Foto Indonesia tahun 1945 Yang Belum Di Publikasikan

Foto Indonesia 1945 Yang Belum Di Publikasikan | http://pohonbercabang.blogspot.com/ - Dirgahayu Indonesia ke 68. Proklamasi kemerdekaan yang tidak bisa langsung kita nikmati begitu saja, perang dan diplomasi mewarnai perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. ini adalah beberapa
Foto Indonesia 1945 Yang Belum Di Publikasikan

1. Perang yang berlangsung menjelang berakhirnya perang Pasifik sungguh dramatis. Persenjataan mutakhir tentara sekutu dihadapi oleh tantara-tentara jepang dengan patriotisme, di perkirakan lebih dari 1500 prajurit jepang tewas dalam pertempuran di Tarakan. Di Tarakan, 11 Januari 1942 Tentara Jepang mengawali penjajahannya di Nusantara. Minyak dan sumber daya alam lainnya adalah daya tarik dunia. 

2.Tak berlangsung lama, tepat pada 1 Mei 1945, Tarakan menjadi medan perang mematikan. Pasukan sekutu yang didominasi tentara Australia menggempur kota di timur Kalimantan. 20 ribu serdadu Australia menggila, hutan-hutan menjadi ladang pembantaian. 

Lubang-lubang pertahanan tentara Jepang dihancurkan, perburuan berdarah berlangsung mengerikan . 2000 prajurit Angkatan Laut Jepang melakukan perlawanan sengit kala pendaratan sekutu di nusantara berlangsung. 

3.Persenjataan mutakhir tentara sekutu dihadapi oleh tantara-tentara jepang dengan patriotisme, di perkirakan lebih dari 1500 prajurit jepang tewas dalam pertempuran di Tarakan.

4.Di jantung negeri matahari terbit itu Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di dua kota tempat militer jepang bermarkas. Hiroshima dan Nagasaki lebur, mental tentaranya mengalami penurunan yang cukup menghancurkan semangat bertempur mereka. 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito melalui radio mengumumkan kekalahan tentara Jepang atas sekutu di medan perang Pasifik.

5.Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, 17 Agustus 1945 dunia mendengar kemerdekaan negeri yang sudah berkubang darah perjuangan menggapai kemerdekaan.

6.Sungguh sebuah kebahagiaan bagi bangsa Indonesia setelah mengalami penderitaan dari penjajahan sebuah negeri yang mengaku 'saudara tua', Indonesia pun merdeka

7.Di Jakarta Soekarno berusaha mencermati segala peristiwa perlawanan terhadap kekuasaan tentara Jepang yang tersisa.

8.Banyak kendaraan lapis Baja dirampas, Tentara Indonesia bak memperoleh mainan baru yang suatu ketika nanti digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda pada agresi Belanda ke II.

9.Pemuda-pemuda Indonesia menyambut kekalahan Jepang dengan gegap gempita. Proklamasi di Indonesia yang baru beberapa bulan ternyata tidak bisa dinikmati oleh bangsa Indonesia saat itu. Tentara Belanda yang membonceng sekutu kembali menancapkan belatinya di Indonesia. Perlawanan rakyat Indonesia dimulai demi mempertahankan kemerdekaan.

10.Di Jakarta, Letnan Jenderal Yuichiro Nagono, Panglima Angkatan Bersenjata Jepang di Indonesia menyerah pada sekutu, kepada Mayor Jenderal D.C. Hawthorn , Yuichiro menyerahkan samurainya pada 14 November 1945. 

11.Republik yang baru seumur jagung seakan telah meningkatkan semangat waspadanya. Jalanan menegang. Kesenjangan social diantara kaum pribumi dan para orang-orang keturunan Belanda meningkat. Alat transportasi pun menjadi ruang bagi gores dan pekik kebangsaan.

12.18 Oktober 1945 Pemuda- pemuda Surabaya bergerak, warung dan sudut sudut jalan menjadi panggung diskusi menyiapkan semangat untuk melakukan perlawanan, maklumat pemerintah Indonesia yang memerintahkan pengibaran bendera Merah Putih disambut dengan semangat patriotis.


13.Di Surabaya saat siang hari suasana tenang, tidak terlihat suasana mencekam, dimalam hari perubahan terjadi, rentetan senjata terdengar. Pada 9 November 1945 hawa pertempuran sengit mulai terasa. Banyak toko terlihat tutup.

14.korban berjatuhan, sekutu menggunakan tentara Gurka untuk melakukan perlawanan di Surabaya

15.Di Surabaya perlawanan rakyat dimulai. Gores propaganda menjadi pemandangan di gedung-gedung kota Surabaya. Bulan Oktober di Surabaya suasana mulai memanas, pada tanggal 25 Oktober 1945 tentara Belanda membonceng kedatangan tentara Inggris.

16.Pemuda menyiapkan diri, senjata rampasan perang yang didapat dari hasil pelucutan tentara Jepang dipelajari.

17.Disetiap sudut kota Surabaya menjelang 10 November 1945 rakyat bersiap menggunakan apapun yang dimiliki. Pedang yang didapat juga dari tentara Jepang pun menjadi senjata terbaik saat itu.

18.Menghadapi serangan Belanda di Agresi ke II tentara republik banyak kehilangan senjata, hasil rampasan diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan pertahanan republlik di banyak pertempuran.

19.Setelah pertempuran di Surabaya pada 17 November 1945, Letnan Jenderal Sir Philip Christison dan Brigadir Jenderal A.G.L. 
Maclain bertemu Perdana Menteri Sutan Sjahrir di Jakarta. Dua pemimpin pasukan sekutu datang dan menyatakan dapat bekerjasama dengan pemerintah republic. 
Dalam kesempatan itu Christison menyampaikan niatan untuk membebaskan warga Belanda yang masih ditahan di kamp Interniran oleh tentara Jepang.

20.Saat perang berkobar warga-warga keturunan Belanda diungsikan, anak-anak lebih diutamakan. 18 Desember 1945 evakuasi besar dilakukan melalu semarang. Kamp-kamp pengungsi bagi anak-anak dikosongkan.

21.Palang Merah Belanda menggunakan kapal perang S.S EGAR membawa warga Belanda yang pernah ditawan oleh tentara Jepang menuju Jakarta. 18 Desember 1945 Pelabuhan Semarang dipenuhi oleh banyak warga Belanda.

22.Kepanikan terjadi tidak hanya di daratan, di lautan ratusan pengungsi Belanda terombang ambng karena belum dikuasaimya perairan Indonesia oleh Tentara Sekutu.

23.Ribuan tentara Gurkha yang berasal dari Pakistan diterjunkan bertempur di Indonesia, banyak dari mereka membelot di Surabaya, 27 November 1945.

24.Sukarno berkali-kali dalam setiap wawancara dengan wartawan asing mengatakan bahwa Belanda telah berusaha merebut dan merobek kemerdekaan bangsa Indonesia. Di Yogyakarta empat hari sesudah pertempuran Surabaya presiden pertama Indonesia melakukan wawancara dengan R. Morton, wartawan Associated Press di Yogyakarta.

25.Selama masa-masa penuh ancaman, bendera Sangsaka Merah Putih yang dijahit oleh istri Bung Karno, Fatmawati, selalu berpindah tangan dan dijaga oleh pasukan gerilya. Pada 6 Juli 1949 Presiden Sukarno disaksikan Muhammad Hatta menyerahkan bendera bersejarah kepada sepasukan gerilyawan Tentara Nasiional Indonesia.

26.Tanggal 3 Januari 1946, karena menyadari situasi gawat darurat, Sukarno menggelar rapat memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta. Yogyakarta menjadi tempat aman dari gangguan Belanda. Saat itu Sukarno dan Hatta adalah target pembunuhan tentara Belanda yang marah atas amarah rakyat Indonesia di mana-mana.

27.Agresi Militer Belanda II atau Operasi Gagak terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta disertai penangkapan Sukarno, Mohammad Hatta dan Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya.

28.Menggunakan kendaraan lapis baja hasil rampasan perang dari tentara Jepang, tentara Indonesia melawan, gerilya dilakukan.

29.Banyak dari tentara dan rakyat Indonesia di tawan, pejara-penjara penuh oleh para pejuang.

1 komentar:

  1. Waw..hebat sekali, ini menjadi dokumen penting bagi sejarah Indonesia...sayangnya sumber tidak dicantumkan supaya lebih valid termasuk siapa pemotretnya...salam sukses.

    BalasHapus